Tag Archive for kandungan

Kegemukan adalah musuh baru dunia

Sebelum kami menulis mengenai program penurunan berat badan, yaitu paket PSP ( Professional Slimming Program ), maka kami akan menulis dulu soal kegemukan ( obesitas ). Apakah menurunkan berat badan itu penting dan mengapa menjadi penting ?

Ada orang yang malah ingin menaikkan berat badan, dan ini bukan saja bagi mereka yang berat nya kurang dari normal, tetapi juga ada motif  lain, dan motif ini berpulang pada masing-masing individu. Ada yang merasa perlu menaikkan berat badan, karena mungkin berfikir bahwa dengan kelihatan gemuk jadi kelihatan lebih berisi, lebih bonafide, atau kelihatan lebih makmur. Walaupun banyak orang lain yang berpandangan berbeda. Bisa juga orang menaikkan berat badan karena persyaratan tertentu, misalnya diperlukan dalam acting film, dalam olahraga yang mengenal kelas berat badan dan sebagainya.

Karenanya kami ingin menampilkan tulisan mengenai kegemukan tersebut, dan berikut ini adalah kutipan dari tulisan dari M Zaid Wahyudi yang dimuat di Harian Kompas halaman 14 tanggal 23 November 2010, pada rubrik Ilmu Pengetahuan & Teknologi, mengenai Wabah Dunia, yang berjudul : “Kegemukan, Musuh Baru Dunia”. Dan isi tulisannya adalah sebagai berikut :

Obesitas alias kegemukan diperkirakan akan menjadi musuh kesehatan baru dan nomor satu di negara-negara maju. Dampak kegemukan mirip dengan rokok. Kegemukan tak hanya mempengaruhi tingkat kesehatan warga, tetapi juga membebani keuangan negara.

Saking pentingnya persoalan kegemukan bagi pembangunan bangsa, persoalan ini menjadi agenda khusus dalam pertemuan tingkat Menteri Kesehatan Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan ( Organization for Economic and Co-operation and Development / OECD ) di Paris, tanggal 7 – 8 Oktober 2010 yang lalu.

Persoalan kegemukan menjadi penting karena kegemukan menyebabkan membengkaknya biaya kesehatan yang harus ditanggung negara. Di sisi lain, kegemukan juga membuat negara kehilangan tenaga produktif yang bisa dimanfaatkan untuk membangun bangsa.

Sebagian besar dari 33 negara anggota OECD adalah negara maju dan anggota Uni Eropa. Untuk bidang kesehatan, Indonesia belum menjadi anggota OECD. Bersama Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, Indonesia berstatus sebagai negara pengamat.

Laporan OECD 2010 yang disusun Franco Sassi menunjukkan bahwa penderita obesitas adalah 8 sampai 10 kali lebih cepat meninggal dibandingkan orang dengan berat badan normal. Setiap kelebihan 15 kilogram dari berat badan normal meningkatkan resiko kematian hingga 30 %.

Dalam system kesehatan di semua negara, obesitas menjadi persoalan serius dan mahal. Biaya kesehatan penderita obesitas 25 % lebih tinggi dibandingkan dengan orang dengan berat normal. Semakin gemuk, semakin besar biaya yang dikeluarkan.

Biaya kesehatan individu yang tinggi itu turut mendongkrak biaya kesehatan yang harus ditanggung negara. Di negara-negara maju, obesitas memakan 1 % – 3 % total pengeluaran kesehatan. Bahkan di Amerika Serikat, penanganan obesitas menggunakan 5 % – 10 % anggaran kesehatannya.

Besarnya angaran mengatasi kegemukan diperkirakan akan terus naik seiring dengan semakin berkembangnya gaya hidup tak sehat, meningkatkan beban hidup yang memicu stress, serta masih maraknya kebijakan pembangunan yang justru mendorong gaya hidup tak sehat.

Trend Obesitas.

Tinggi dan berat badan manusia mengalami peningkatan sejak abad XVIII. Pemicunya adalah meningkatnya pendapatan, pendidikan, dan kwalitas hidup. Bagi sebagian kecil kalangan, gemuk dianggap sebagai standard sehat dan tanda kemakmuran.

Perkembangan zaman membuat asupan makanan bertambah. Sayangnya, makanan yang dimakan justru lebih banyak mengandung kalori dan lemak.

Pada saat bersamaan, pola kerja dan gaya hidup masyarakat menjadi kurang gerak. Ini ditambah beban stress masyarakat yang semakin tinggi serta jam kerja yang semakin panjang. Semua itu meningkatkan jumlah masyarakat yang menderita kegemukan.

Pandangan akan kegemukan dan perubahan gaya hidup masyarakat membuat jumlah penderita kegemukan meningkat selama tiga dekade terakhir. Sebelum1980, hanya 1 di antara 10 orang saja yang mengalami kegemukan. Kini jumlahnya berlipat-lipat.

Di separuh negara OECD, 1 dari 2 orang mengalami kelebihan berat badan dan kegemukan. Jika trend ini berlanjut, diperkirakan 2 dari 3 orang akan kelebihan berat badan dan kegemukan dalam 10 tahun ke depan.

Negara OECD yang paling rendah jumlah penderita kegemukannya adalah Jepang dan Korea Selatan. Selain ditopang pola konsumsi yang lebih sehat, tata kota di kedua negara itu juga memungkinkan masyarakatnya bergerak dan memiliki aktivitas fisik yang lebih banyak.

Perempuan lebih mudah menjadi gemuk daripada pria.

Di beberapa negara OECD, perempuan berpendidikan rendah mengalami kelebihan berat badan 2 – 3 kali lebih besar dibandingkan perempuan berpendidikan tinggi.

Anak dengan satu orang tua gemuk berpotensi 3 – 4 kali lebih besar untuk menjadi gemuk dibandingkan anak dari orang tua berbadan berat normal. Selain persoalan genetik, orang tua menurunkan gaya hidup tak sehat. Pola makan yang salah, kurang gerak, dan terlalu banyak duduk adalah sebagian gaya hidup yang diwariskan orang tua.

Kegemukan juga menjadi persoalan dalam dunia kerja. Pemberi kerja kurang suka dengan calon karyawan yang gemuk karena dianggap produktivitasnya rendah dan mudah sakit. Pekerja gemuk gajinya 18 % lebih rendah dibandingkan dengan pekerja yang berberat badan normal.

Pengaruh ekonomi.

Pelan tapi pasti, kegemukan akan menjadi musuh global. Bukan hanya karena dianggap mempengaruhi produktivitas, melainkan juga menimbulkan dampak ekonomi seiring semakin tingginya biaya kesehatan.

Namun, perhatian pemerintah pada kegemukan masih sangat kurang. Rendahnya pajak makanan instan dan maraknya pembangunan restoran cepat saji (fast food) turut mendorong pola makan yang salah. Sedangkan system transportasi telah mengurangi aktivitas jalan kaki, kurangnya ruang terbuka, dan fasilitas olahraga turut mendorong masyarakat semakin malas melakukan kegiatan fisik.

Untuk menahan laju pertumbuhan kegemukan, pemerintah, perusahaan swasta, dan lembaga pendidikan perlu bekerja sama. Promosi atas bahaya kegemukan dan langkah-langkah pencegahannya harus dilakukan segera dan menyeluruh.

Dari kutipan tulisan karya M Zaid Wahyudi tersebut di atas sangat nyata bahwa kegemukan (obesitas) bukanlah hal yang bisa dibanggakan lagi, melainkan mesti dihindarkan. Memiliki berat ideal tentu akan menjadi lebih sehat, dan terhindar dari berbagai penyakit yang biasa diderita oleh orang yang gemuk.

Orang-orang yang memiliki berat badan berlebih dan setelah menjalankan program diet atau mengkonsumsi paket PSP ( Proffesional Slimming Program ), setelah berat badannya menjadi normal, maka banyak keluhan kesehatan yang tadinya dialami juga menjadi hilang. Salah satu contoh, pada orang yang gemuk dan banyak lapisan lemak di bawah dagingnya, maka dalam bergerak sering terjadi gesekan antara dagingnya sendiri terutama di tempat lipatan-lipatan seperti antara lain di ketiak, sehingga kulit mudah menjadi memerah, panas, dan berjamur. Dengan hilangnya lapisan lemak dan berat badan menjadi normal, tentu saja keluhan ini akan hilang pula.

Atau karena berat badan berlebihan sehingga telapak kaki mesti mendukung berat yang besar sehingga menyebabkan bidang telapak kaki menjadi sakit. Dengan berat menjadi normal, maka telapak kali hanya mendukung beban badan yang ideal sehingga tidak menyebabkan permasalahan lagi. Belum lagi resiko-resiko penyakit yang diakibatkan terlalu banyaknya kadar lemak di dalam tubuh, tentunya akan membaik setelah kandungan lemak menjadi normal.

Masih banyak sekali hal-hal yang ingin kami tulis di kemudian hari. Dan semoga memberi manfaat.

Untuk info, silakan hubungi : Angela Salim, Hp : 081808308989.

Golongan Darah AB

Persentase orang ber – Golongan Darah AB adalah hanya 4 % dari seluruh penduduk dunia, seperti dapat dilihat dalam tulisan kami sebelumnya. Dan merupakan persentase yang terkecil dibandingkan dengan golongan darah lainnya.

Darah AB merupakan darah zaman modern yang mempunyai kecenderungan terhadap penyakit modern. Oleh sebab itu, orang ber – Golongan Darah AB selalu disarankan melakukan teknik-teknik relaksasi dan meditasi supaya dapat mengurangi stress dan untuk melawan system imunisasi yang kurang sehat.

Golongan Darah AB merupakan Diet Campuran. Golongan Darah AB memiliki keuntungan dan intoleransi Golongan Darah A dan Golongan Darah B.

Berikut adalah rangkuman makanan-makanan yang sesuai dan tidak sesuai dengan Golongan Darah AB.

Makanan yang TIDAK SESUAI dengan Golongan Darah AB :

– Ayam, sapi, bebek, burung dara, rusa, babi, angsa, burung puyuh.

– Buncis, chikpea, kacang hitam, buncis lima.

– Tepung terigu, roti, kue, mie, biskuit, pizza.

– Kopi.

– Pisang, kelapa / santan, jambu biji, mangga, delima, jeruk, belimbing, alpukat.

– Jagung, jamur, lobak (radish), tauge, asinan, lobak putih.

– Telor bebek.

Makanan yang  SESUAI dengan Golongan Darah AB :

– Kalkun, domba, kelinci, kambing.

– Kacang kedelai, tahu, tempe.

– Seafood (kecuali yang berkulit keras, seperti : tiram, kerang, kepiting).

– Bijian, seperti : kacang tanah, kenari, kacang merah.

– Rumput laut (kelp).

– Anggur, kiwi, jeruk bali, nanas, semangka, cranberry, mulbery, pepaya.

– Alfafa, wortel, brokoli, bit, sledri, terong, kentang manis, kol kembang, mentimun, jahe, bawang putih, ubi jalar, talas (yam).

– Telur putih (telur ayam).

Resiko Medis Orang Ber – Golongan Darah AB :

Resiko medis yang umumnya bisa dialami karena makan tidak sesuai dengan golongan darahnya ( salah pola makan tidak sesuai dengan Golongan Darah AB ) :

– Penyakit kanker.

– Penyakit jantung.

– Anemia (kekurangan sel darah merah).

– Depresi.

– Masalah system syaraf.

– Komplikasi hati dan empedu.

– Parkinson’s.

– Alzheimer’s.

Suplemen khusus untuk orang ber – Golongan Darah AB adalah campuran dari Legreen A dan Legreen B.

LEGREEN merupakan produk unik dan unggul karena ia adalah satu-satunya makanan suplemen organik bergizi lengkap dan saat ini merupakan salah satu produk terbaik di dunia yang khusus diformulasikan secara tepat untuk golongan darah.

Fungsi pertama LEGREEN ialah memberi nutrisi lengkap sesuai golongan darah untuk seluruh badan agar bisa berfungsi dengan optimal.

Fungsi kedua LEGREEN ialah mengeluarkan dan mencegah lektin makanan pantangan agar tidak menggumpal dan melekat di organ-organ.

Yang paling penting, rumusan LEGREEN bukan saja menekan kepada bahan baku sesuai golongan darah, tetapi LEGREEN adalah satu-satunya produk yang memiliki kwalifikasi untuk disebut makanan lengkap (whole food). Di dalamnya terkandung juga Prebiotik & Probiotik, Enzim Pengantar & Enzim Pencernaan juga sesuai golongan darah tertentu. Organik hijau yang digunakan memberikan khasiat antioksidan yang tinggi dan tidak menggunakan pupuk kimia yang bisa merusak kwalitas nutrisi dari tumbuh-tumbuhan. Dan yang paling mengagumkan adalah rumusan dari 85 jenis nutrisi dalam bentuk vitamin-vitamin, garam galian dan asam amino yang sesuai dengan golongan darah tertentu.

Ibu hamil disarankan untuk mengkonsumsi LEGREEN karena mereka membutuhkan semua nutrisi untuk diri si ibu dan juga untuk pertumbuhan bayi yang sehat dalam kandungan.

Khusus untuk orang ber – Golongan Darah AB, cara penggunaannya adalah 1 sachet Legreen A pada pagi hari dan 1 sachet Legreen B pada sore hari.

1 sachet Legreen ditambahkan 200 ml air putih biasa diminum waktu perut kosong.

Sumber tulisan : PT. Viamore Internasional.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan hubungi : Angela Salim, Hp : 081808308989.